Adiksi Gula: Makanan Itu Seperti Memanggil-Manggil

author: dr. Irsyalrusad. Sp.Pd*

adiksi gula

Oleh : Irsalusad

Kita melihat adiksi obat-obatan, narkotika sebagai hal yang sangat berbahaya. Ironisnya, kebanyakan kita mengonsumsi dalam jumlah besar obat (zat) lain yang juga bersifat adiktif bahkan tanpa kita menyadarinya, itulah dia “GULA”. ( Allen Carr)

“Gula itu seperti memanggil-manggil saya dokter”, kata seorang pasien yang masih sangat muda waktu konsultasi sore hari beberapa hari lalu. Pasien, seorang wanita, umur 26 tahun, baru punya satu anak, masih kelihatan cantik. Sayang, saya lihat sepintas ukuran badannya sudah mulai melar, tidak seimbang lagi antara tinggi dengan berat badannya.

Pasien konsultasi karena keluhan sesak nafas, terutama waktu aktivitas dan juga nyeri pada lutut. Saya lihat keluhan ini tampaknya terkait dengan berat badannya yang sudah sangat berlebihan itu. Waktu saya tanyakan, “kemungkinan faktor-faktor yang berhubungan dengan risiko berat badannya yang bongsor itu?”, pasien menjawab, “apa ada hubungannya dengan kesukaan saya makan dan minuman yang manis dokter?” “Saya memang suka minum teh manis, kue, roti yang manis, kalau makan nasi hanya sedikit dokter, tapi makanan yang mengandung coklat, susu, seperti eskrim, coklat dan minuman yang manis-manis saya suka sekali dokter. Makanan dan minuman itu seperti memanggil-manggil saya, kalau belum dapat rasanya saya belum senang, belum puas dokter”. Pasien mencoba menerangkan kebiasaan makannya selama ini. Ya, “jelas ada, apapun makanan, minuman yang masuk ke dalam perut anda, kecuali air putih dapat meningkatkan berat badan anda”, jawab saya singkat.

“Kenapa saya bisa mengalami hal itu dokter, saya seperti ketagihan terhadap makanan dan minuman yang manis yang banyak mengandung gula itu?”……. Apa sebabnya dokter?” ……… Sebelum saya jawab, “apa yang anda rasakan sebelum anda mendapatkan makanan dan miniman yang manis itu, contohnya saja kebiasaan anda minum es teh manis atau es krim itu?” “Saya merasa tidak nyaman, gelisah, bahkan letih dokter”, jawab pasien. Kemudian, saya bertanya lagi, “apa yang anda rasakan setelah anda mendapatkannya, melahapnya?”………”Ya, saya merasa senang, puas, gembira, dan tenaga kembali pulih dokter, saya juga seperti “high” dokter, dan saya jadi dapat tidur lebih nyenyak, kalau tidak, tidur pun sangat sulit”, jawab pasien……..”Nah, itu dia jawaban yang menyebabkan mengapa gula itu seperti memanggil-manggil anda, seperti yang anda ungkapkan tadi”.

Mendengar jawaban pasien, terbayang oleh saya, anak-anak kita waktu pulang sekolah, lagi bemain di mall, atau di mana saja, dengan wajah ceria, gembira sedang menjilati eskrim yang penuh berbalut coklat, susu, gula, atau melahap keping demi keping donut di tangannya. Karenanya, tidak heran anak-anak kita menjadi lebih gembrot, bongsor sekarang. Berbeda dengan teman-teman saya waktu SD, SMP, SMA dulu, rasanya tidak ada mereka yang seperti itu.

Kemudian, pasien kembali bertanya, “saya belum begitu mengerti dokter, mengapa gula dapat menyebabkan begitu?”…… “Gula olahan, gula buatan, atau pemanis yang banyak digunakan dalam produk makanan seperti kue, roti, eskrim, coklat dan sebagainya, bila dikonsumsi, dalam waktu singkat akan diserap oleh usus kita, sehingga gula darah juga cepat naik. Gula darah yang cepat meningkat ini direspon oleh tubuh dengan melepaskan Insulin dalam jumlah besar, akibatnya gula darah juga akan cepat menurun, fluktuasi gula darah yang cepat ini lah menurut beberapa penulis yang menyebabkan perubahan “Mood” seseorang ketika mengonsumsi gula dan asam lemak. Gula dengan rasanya yang menyenangkan itu memacu pelepasan serotonin oleh otak, yang menyebabkan anda merasa senang, tenang. Gula juga menyebabkan peningkatan pelepasan hormon endorphins, suatu morfin yang diproduksi oleh tubuh anda sendiri yang mempunyai efek relaksasi, senang, gembira, bahagia, dan merasa ok”, saya mencoba sedikit menerangkannya.

Saya tidak yakin, apakah pasien dapat mengerti atau tidak dengan jawaban saya itu, saya lihat dia hanya termanggu. Harapan saya kebiasan dia sedikit demi sedikit akan berubah. Dan, bagi pembaca saya ingatkan, seperti disinggung di atas, kebanyakan kita sangat peduli, prihatin dengan adiksi, ketergantungan obat-obatan, narkotika, namun kita tidak sadar atas adiksi, ketergantungan gula yang kita konsumsi secara berlebihan setiap hari, yang mempunyai efek negatif terhadap kesehatan kita secara menyeluruh……

* Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

sumber: Kompas Health

Suplemen kesehatan anakExtragreen HPA jawabnya…

Iklan

Perihal Wiku-HPA
Mari saling berbagi ilmu, pengalaman, tips, dan trik yang bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: