Oregano, Rasanya Khas Banyak Khasiatnya

SHUTTERSTOCK

KOMPAS.com – Siapa tak kenal pizza atau spageti? Hidangan asal Italia ini memiliki cita rasa dan aroma khas salah satunya karena adanya oregano.

Oregano, yang digunakan untuk kulinari di setiap negara, merupakan spesies yang berbeda-beda seperti oregano Yunani, oregano Rusia, oregano Algeria, oregano Turki atau oregano Syria. Yang biasa digunakan sebagai rempah adalah daun dan bunga oregano.

Saat ini daun oregano kering mudah kita dapatkan di Supermarket di Indonesia.

Senyawa Kimia

Minyak esensial yang berasal dari tanaman genus Origanum ini mengandung Senyawa tanin, fenol (carvacrol, thymol, cineole, dan borneol), monoterpen hidrokarbon ;limonene, terpinene, ocimene, caryophyllene, alpha-pinene, beta-pinene, alphaterpinene, beta-bisabolene, p-cymene, myrcene, dan camphene), serta monoterpen alkohol (linalool dan 4-terpineol).

Tanaman oregano juga mengandung senyawa asam lemak seperti asam rosmarinat, asam palmitat, asam stearat, asam oleat, asam ursolat, asam kafeat, dan asam kaprat. Mineral yang terkandung antara lain kalium, magnesium, mangan, seng, clan tembaga. Vitamin yang terkandung antara lain vitamin B3 (niasin) dan betakaroten.

Rasa Sangat Tajam

Daun oregano kering memiliki flavor lebih tajam dibandingkan dengan daun segarnya. Oregano merupakan rempah-rempah yang penting dan secara luas digunakan dalam masakan Turki, Yunani, Portugis, Spanyol, Amerika Latin, dan Italia. Daun oregano kering maupun segar biasa ditambahkan pada sup, casseroles, saus, stew, bahan pengisi, telur, minyak zaitun, teh, masakan berbahan dasar tomat, dan pizza.

Flavor bunga oregano juga sama dengan daunnya dan dapat digunakan untuk menambahkan flavor dan dekorasi pada salad dan masakan lainnya.

Oregano juga biasa ditambahkan dalam saus tomat, fried vegetable, dan daging panggang. Penggunaan oregano bersama basil (daun kemangi), memberikan karakteristik yang khas pada masakan Italia. Di Filipina, oregano digunakan pada saat merebus daging sapi untuk mengurangi bau daging dan memberikan rasa pedas (spicy). Oregano berbau harum, rasa sedikit pahit, dan  memberikan efek hangat. Oregano yang bermutu baik memiliki rasa sangat tajam dan dapat membuat liclah hampir mati rasa.

Origanum vulgare subsp. hirtum memiliki flavor pedas, panas, dan pungentterbaik. Diduga yang berperan dalam pembentukan flavor tajam dan pungent ini adalah senyawa carvacrol.

Kegunaan medis

Hippocrates, bapak ilmu kedokteran, sudah menggunakan oregano untuk mencegah infeksi dan mengobati sakit perut serta gangguan pernapasan ringan. Di Cina, para dokter meresepkan oregano untuk mengusir demam, diare, mual, penyakit kuning, dan gatal kulit. Di Yunani, sejak zaman kuno, daun oregano digunakan untuk mengompres otot yang sakit.

Para peneliti menemukan bahwa senyawa carvacrol dan thymol dalam oregano dapat membantu melenyapkan lendir di paru-paru dan kejang urat di tenggorokan. Konsumsi tiga cangkir bunga oregano seduh setiap hari dapat mengatasi keluhan pencernaan, seperti kejang usus. Khasiat ini antara lain berkat kandungan thymol, carvacrol, borneol, dan asam kafeat.

Berdasarkan uji aktivitas antitumor, komponen asam ursolat dari oregano bersifat hepatoprotektor, sehingga dapat digunakan untuk mencegah penyakit hati. Oregano juga dapat mengobati gangguan pencernaan, pilek, masuk angin, flu, bronkitis, batuk, dan mengurangi infeksi tenggorokan.

Bunga oregano tak hanya cantik, tapi juga memiliki kelebihan, seperti mengatasi kram, sakit kepala, nyeri perut, yang berhubungan dengan gejala menstruasi, juga mabuk laut. Bunga oregano dapat mengobati nyeri dan infeksi akibat reumatik, yaitu dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur bunga oregano kering untuk mandi.

Minyak Organik

Menurut berbagai penelitian, minyak organik dari Origanum vulgare bersifat antiseptik, antibakteri, antimikroba, antiparasitik, antijamur, antikarsinogenik, antiinflamasi, antioksidan, antimutagenik, dan analgesik. Efek antibakteri itu berkat kemampuannya menembus membran sel dan mengganggu integritasnya.

Hasil penelitian menunjukkan, jika sel bakteri kontak dengan senyawa carvacrol dan thymol pada minyak oregano akan menimbulkan kebocoran membran sel bakteri.Tingkat keasaman di dalam bakterijuga akan naik, sehingga mengganggu metabolisme dan replikasi sel bakteri.

Komponen fenolik (carcravol dan thymol) yang terkandung dalam minyak ini mampu menghambat pertumbuhan, bahkan dapat membunuh mikroba merugikan yang menginfeksi manusia. Banyak penelitian menunjukkan bahwa minyak oregano efektif mengatasi bakteri penyebab penyakit pada makanan, seperti Eschericia coli, Listerio monocytogenes, Salmonella typhimurium, danStaphylococcus aureus.

Penelitian lain melaporkan, minyak oregano efektif melawan jamur dan khamir seperti Candida albicans yang dapat menginfeksi manusia dan tumbuh tak terkendali jika kondisi tubuh mengalami perubahan. Penelitian di University of West England melaporkan, minyak Origanum vulgare dapat membunuhMethicillin-Resistant Superbug Staphylococcus aureus (MRSA), bahkan ketika diencerkan dengan perbandingan 1.000:1.

Minyak oregano kaya akan komponen asam rosmarinat yang berperan sebagai antiradang. Asam rosmarinat dapat menurunkan jumlah neutrophil (sel darah putih yang membentuk kongesti radang) dan eosinofil (sel darah putih yang menghasilkan spesies oksigen reaktif yang berbahaya, termasuk radikal bebas).

Karena itu, minyak oregano dapat digunakan untuk menangani gangguan inflamasi seperti batuk, batuk yang disertai sesak napas, asma, bronkitis, rheumatoid artritis, gangguan pencernaan (dispepsia), jerawat. Juga bisa meredakan gigitan serangga dan laba-laba, sakit gigi, nyeri otot, dan sakit gusi.

Minyak oregano mengandung asam rosmarinat dan quersetin, yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas. Penelitian pada tahun 2001 melaporkan, minyak oregano memiliki kapasitas penyerapan radikal oksigen (Oxygen Radical Absorption Capacity = ORAC) empat kali lebih tinggi ketimbang buah bluberi,12 kali lebih tinggi daripada buah jeruk, dan bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin E.

Uji ORAC merupakan metode standar untuk mengukur sifat antioksidan yang terkandung dalam bahan pangan. Makin tinggi nilai ORAC, konsentrasi komponen antioksidannya semakin tinggi.

Uji laboratorium menunjukkan, komponen antioksidan minyak oregano mampu mencegah oksidasi LDL (kolesterol jahat), faktor penyebab penyakit jantung. Penelitian lain melaporkan, efek antimutagenik dan antikarsinogenik pada minyak oregano bermanfaat mencegah dan mengobati kanker.

Prof. DR.dr Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi

sumber: health.Kompas.com/gaya hidup sehat.

Ngopi sekaligus mendapatkan khasiat Herba? Klik di sini…

Makanan Pelindung Kulit dari Matahari

Foto: SHUTTERSTOCK

KOMPAS.com – Sinar matahari merupakan salah satu ancaman bagi keindahan kulit. Itu sebabnya, kita perlu melakukan pencegahan. Selain mengoleskan tabir surya, ternyata kita juga bisa melindungi kulit dari dalam dengan cara mengasup makanan yang mengandung SPF atau pelindung dari sinar UV.

Makanan yang akan menjadi tabir surya alami ini terutama adalah makanan yang mengandung beberapa jenin komponen antioksidan. Tanaman memproduksi antioksidan dalam jariangan mereka untuk melindungi sel-sel mereka mengalami kerusakan akibat panas, cahaya, udara, kelembaban serta waktu.

Ketika kita mengasup makanan sumber antioksidan ini, kandungan alamiahnya akan ikut memberi perlindungan pada sel-sel tubuh, termasuk sel kulit. Berikut adalah makanan yang direkomendasikan untuk melindungi kulit dari UVA dan UVB :

1. Paprika Warna merah, kuning atau oranye dari paprika berasal dari pigmen alami yang disebut karotenoid. Antioksidan ini diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh yang akan melindungi sel kulit dengan menghambat kerusakan pada lapisan lemak di sekitar sel kulit.

2. Labu kuning Warna kuning dari buah ini berasal dari kandungan karotenoid. Menongumsi labu kuning sangat dianjurkan untuk mereka yang sering berada di bawah sinar matahari.

3. Tomat merah Antioksidan alami likopen memberi warna merah pada tomat yang matang. Antioksidan ini juga terkenal akan kemampuannya melindungi kelenjar kanker prostat. Seperti halnya antioksidan dalam tanaman, likopen juga melindungi kulit dari sengatan matahari.

4. Semangka Sama seperti tomat, semangka juga mendapat warna merah dari pigmen likopen. Menikmati buah semangka di musim panas bukan hanya menyegarkan tubuh tapi juga melindungi kulit.

5. Teh hijau Apa yang tidak dimiliki teh hijau untuk kesehatan? Mulai dari melindungi jantung, antikanker, mengurangi berat badan, hingga melindungi sel kulit dari paparan UV A dan UV B. Rahasianya, komponen antioksidan yang disebut polifenol katekin.

6. Kokoa Kandungan flavonoid dalam kokoa telah diketahui melindungi jantung, membantu menurunkan risiko stroke dan tekanan darah. Flavonoid juga diketahui baik untuk kulit. Pilih cokelat hitam yang kandungan flavonoidnya lebih tinggi.

7. Beri biru dan ungu Buah beri kaya akan pigmen ungu yang disebut antosianin. Selain rasanya enak, buah beri juga mengandung SPF alamiah dan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit kronik.

8. Kunyit Kunyit atau kunir memiliki warna kuning yang mencolok yang berasal dari kurkumin, antiinflamasi yang sangat kuat, penguat imun tubuh, serta melindungi kulit.

Sumber : Kompas / FOXNews

Ngopi sekaligus mendapatkan khasiat Herba? Klik di sini…