Starletku kepanasan gara-gara thermostat dilepas… (2)

Masih ingat pertanyaan mengenai thermostat pada mesin 2E Starlet 1300cc pada artikel terdahulu?

Pertanyaannya: bagaimana mekanisme aliran air pendingin di mesin 2E sehingga jika thermostat di mesin 2E dilepas bisa mengakibatkan suhu tinggi tidak mau turun? Bukankah menurut beberapa mekanik, melepas thermostat akan membuat mesin adem?

Kondisi yang terjadi pada artikel lalu adalah saat suhu tinggi, lambat turun; saat digeber di tol, suhu malah naik, padahal radiator bersih, fan radiator berputar kencang (baru ganti).

Sirkulasi Air Pendingin di dalam mesin

Pertanyaan di atas akan terjawab setelah melihat sirkulasi air pendingin yang melewati thermostat pada mesin 2E starlet ini.

Keterangan:

  • A: saluran masuk air dingin (dari pipa bawah radiator)
  • B: thermostat
  • C: saluran ke arah waterpump (penghubung berupa selang karet, kemudian ketemu dengan pipa ke arah waterpump)
  • D: saluran bypass, tertutup katup H pada thermostat jika suhu panas. Saat suhu dingin, air akan bersirkulasi ke arah mesin (tidak ke radiator) melalui lubang ini.
  • E: saluran buntu (ditutup karet)
  • F: soket thermoswitch FAN
  • G: saluran air panas ke arah radiator (ke pipa atas radiator)

Dalam kondisi normal, thermostat yang terpasang akan membuka penuh jika tercapai suhu tertentu, misal 82 Celcius. Sirkulasi air ketika mobil mulai dinyalakan dalam kondisi mesin dingin sampai dengan mencapai suhu kerja adalah sebagai berikut:

  • saluran A tertutup oleh thermostat, lubang D terbuka.
  • arah sirkulasi air adalah D-C-waterpump-mesin-D
  • dengan kondisi ini, air tidak mengalami pendinginan suhu oleh radiator, sehingga suhu air akan cepat naik
  • ketika suhu tertentu tercapai, thermostat akan membuka penuh pada lubang A, dan bagian H akan menutup lubang D
  • dengan kondisi A terbuka penuh dan D tertutup, sirkulasi air akan dipaksa berubah menjadi G- radiator (proses pendinginan)-A-thermostat-C-waterpump-mesin-G; sehingga air dipaksa melalui radiator dan semua air pendingin mengalami pendinginan di radiator.

Apa yang terjadi jika thermostat dilepas?

Mari kita simak gambar di atas. Dalam kondisi thermostat dilepas, lubang A akan selalu terbuka, dan lubang D akan selalu terbuka. Dengan kondisi ini, sebagian air akan berputar ke mesin melalui lubang bypass (lubang D) dan sebagian akan melewati radiator (lubang A).

Ketika kondisi mesin dingin, suhu air pendingin akan lambat naik karena sebagian air pendingin didinginkan oleh radiator. Akibatnya suhu mesin lambat mencapai suhu ideal.

Ketika suhu air pendingin panas, tidak semua air pendingin melalui radiator sehingga tidak semua air didinginkan (sebagian lolos lagi ke mesin karena lubang bypass tidak ditutup). Akibatnya pendinginan air tidak maksimal.

Itulah jawaban problem suhu starlet kesayanganku……….

Apakah suhu mesin hanya dipengaruhi oleh thermostat?

Tidak.  Banyak komponen lain yang berperan dalam menjaga stabilitas suhu mesin. Misal, fan radiator beserta thermoswitch nya, kondisi radiator, waterpump, sampai dengan tutup radiator juga berperan dalam menjaga stabilitas suhu mesin. Semua harus dijaga kondisinya dan dipastikan berfungsi sebagaimana mestinya.

Copot thermostat agar suhu dingin? Nggak deehh……… kecuali kita tahu betul kebutuhan dan apa yang harus dilakukan agar sirkulasi air bisa maksimal ke radiator.

Semoga bermanfaat.

Catatan:

  • jika thermostat memang akan dicabut, lubang bypass harus ditutup agar semua air pendingin masuk ke radiator, sehingga pendinginan maksimal.

Kopi tubruk di Fuelpump APV ku…

Sekitar bulan Mei-Juli 2010, ramai diberitakan banyaknya fuelpump mobil-mobil di Jakarta & sekitarnya yang mengalami kerusakan.
Bagi yang awam dengan istilah fuelpump (FP), berikut adalah sedikit penjelasannya. Mahluk bernama FP ini, dikenal juga sebagai pompa bahan bakar di dalam kendaraan. Tugasnya memompa bahan bakar dari tanki BBM ke mesin.
Naaah… kalau FP ini mati, berarti, bbm tidak terpompa ke mesin. Akibatnya? Jelas dong… mesin pun tidak bisa hidup.
Infonya, yang banyak kena kasus adalah yang berbahan bakar premium ( www.detik.com ).
Berbekal informasi tersebut, terbuka ingatan, bahwa suzuki APV Arena yang ada di garasi, sangat sering mengkonsumsi BBM premium tersebut. Mobil ini telah mencapai jarak tempuh 34rb km, mayoritas BBM menggunakan premium.

Akhirnya diputuskan untuk menguras tangki bensin dan membersihkan FP beserta filternya. Pengerjaan kuras tangki ini dilakukan di bengkel resmi langganan, di daerah Tajur, Bogor.

Pekerjaan dimulai dengan mengeluarkan BBM dari tangki, dipindah ke wadah lain (jerigen).
Setelah tangki dirasa cukup kosong, tangki tersebut diturunkan dengan melepas beberapa baut pengikat, selang-selang, dan kabel-kabel yang terhubung; kemudian tangki diletakkan di lantai utk dilepas FP nya.

Setelah FP dilepas, iseng-iseng melongok ke dalam tangki BBM, ternyata tidak ditemukan lumpur ataupun endapan yang berarti.

Pengamatan beralih ke FP. Sebelum dibersihkan, FP yang tersusun dari beberapa bagian body ini “dipreteli” sehingga terurai, termasuk filter “teh celup” dan motornya.

Pada FP ini, terdapat dua area yang rawan mampet alias tempat endapan kotoran bersarang, di filter yang berbentuk seperti teh celup, dan di strainer pada body FP.

Gambar di atas adalah filter “teh celup” pada mobil APV yang dibongkar, di dalamnya terdapat endapan hitam. Endapan ini bisa membuat filter ini mampet.

Dari manakah sumbernya? Tak tahulah… yang jelas kotoran ini harus dibersihkan.

Dari filter “teh celup” ini, pembersihan beralih ke saringan yang ada di body FP (strainer). Proses yang dilakukan adalah dengan mengetuk-ketuk pelan body FP ini, kemudian disemprot dengan bahan pembersih, sehingga kotoran terbilas keluar. Proses ini diulang berkali-kali sampai semua kotoran terbuang. Daaannnn….. inilah hasil pengurasan kotoran tersebut……

Kotoran berwarna hitam bercampur bahan pembersih dan bensin yang digunakan untuk membilas, mengalir keluar, seperti kopi tubruk.

Hmmm… ternyata, endapan di tangki sedikit, tapi endapan di FP sangat pekat…

Pembilasan ini dilakukan berulang kali sampai hasil pembilasannya jernih, pertanda kotoran sudah terangkat semua.

Pembersihan juga dilakukan di body FP beserta saluran di dalamnya.

Setelah pembersihan selesai, FP dirakit kembali dan dipasang pada tempatnya. Pemasangan ini harus dilakukan dengan cermat agar tidak terjadi kebocoran pada tangki. Setelah FP terpasang dengan baik, tangki BBM dipasang kembali pada posisinya.

Dan proses pembersihan pun selesai….

Hal yang perlu diingat adalah memastikan bahwa pelampung pada FP juga berfungsi.

Caranya:

  • saat tangki bensin sudah terpasang, semua selang & kabel telah terpasang tetapi BBM belum dituang ke tangki, putar kunci kontak ke posisi ACC, jarum penunjuk BBM di dashboard seharusnya pada posisi E (Empty/kosong)
  • setelah BBM dituang ke tangki, jarum penunjuk bergerak naik, sesuai jumlah BBM yg dituang.

Proses pengerjaan kuras tangki BBM ini memakan waktu sekitar 2 jam (untuk mobil APV ini). Ongkos jasa pembersihan pada pengerjaan ini adalah Rp. 110ribu, di luar bahan pembersih. Kondisi yang berbeda mungkin terjadi jika proses penurunan tangki BBM lebih rumit, pada waktu berbeda, dan/atau lokasi bengkel yang berbeda.

Pertanyaan yang timbul: misalkan FP ini tidak dibersihkan, apakah akan mengakibatkan FP rusak? Tak tahulah, yang jelas, menurut info bengkel ini, kalau FP rusak, harganya di atas 1 juta…..  dan yang jelas lagi, menurut salah satu staff bengkel ini, bengkel ini dalam bulan Mei-Juli 2010, menerima cukup banyak mobil yang FP nya mati.

Semoga bermanfaat…..

Catatan penting:

  • kuras tangki ini melibatkan bahan yang sangat mudah terbakar. Oleh karena itu, proses ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan jauh dari segala sesuatu yang dapat memicu timbulnya api (korek, rokok, percikan api, dll)
  • body fuelpump ini terbuat dari plastik, dengan beberapa pengait. Proses melepas pasang harus dilakukan dengan hati-hati agar plastik-plastik tersebut tidak rusak.