Makanan dan Minuman yang Bikin Sering Pipis

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Buang air kecil alias pipis adalah aktivitas tubuh yang normal untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan garam. Tapi beberapa makanan dan minuman tertentu dapat membuat tubuh lebih sering buang air kecil atau bersifat diuretik. Apa saja?

Makan tinggi natrium atau konsumsi gula berlebihan, perubahan hormonal dan kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko retensi cairan atau edema. Hal ini sering mengakibatkan kembung atau pembengkakan tangan, kaki, perut atau muka.

Penggunaan diuretik alami dapat menurunkan efek ini. Diuretik merujuk pada suatu zat yang meningkatkan buang air kecil untuk membantu tubuh menyingkirkan kelebihan cairan dan garam.

Berikut beberapa makanan dan minuman yang bersifat diuretik atau membuat Anda lebih sering pipis, seperti dilansir Livestrong, Selasa (28/6/2011):

1. Kafein pada kopi, kakao dan teh
Kafein merupakan diuretik alami dan mengonsumsinya bisa membuat Anda harus sering-sering ke toilet untuk buang air kecil. Namun, sebaiknya berhati-hati mengonsumsi kafein karena jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi.

2. Air
Menurut Elmhurst College’s Virtual Chembook, air sendiri adalah diuretik alami terbaik. Ketika Anda minum banyak air, volume plasma akan meningkat sehingga tekanan darah juga meningkat. Juga, plasma menjadi lebih encer. Menanggapi perubahan-perubahan tubuh tersebut, produksi urine juga akan meningkat, sehingga membantu membersihkan tubuh dari kelebihan air.

3. Sayur dan buah yang mengandung banyak air
Mengkonsumsi buah-buahan yang memiliki kandungan air yang tinggi dapat membantu mengelola retensi air dengan menyebabkan Anda buang air kecil lebih sering. Semangka, bawang, seledri, mentimun, nanas, bawang merah, labu, daun bawang, bawang putih, kacang hijau, asparagus adalah contoh sayur dan buah yang mengandung jumlah air yang tinggi.

4. Peterseli
Peterseli yang berdaun hijau ini menghambat proses fisiologis yang dikenal sebagai pompa natrium-kalium, sehingga mengakibatkan peningkatan ekskresi air.

5. Oat
Oat diketahui mengandung silika, yang merupakan diuretik alami. Untuk memaksimalkan oatmeal pagi Anda, tambahkan buah segar. Selain efek diuretik, itu membuat sistem pencernaan Anda sehat dengan mengurangi risiko sembelit.

(mer/ir)

sumber: detikhealth

Kopi Radix HPA, klik di sini…

Jahe Manjur dan Lebih Aman untuk Migrain

Khasiat Jahe
foto: Thinkstock

Springfield, Bagi yang sering terserang migrain, tidak perlu buru-buru minum obat jika tak ingin berurusan dengan efek sampingnya. Ada cara yang lebih aman untuk meredakannya, yakni dengan jahe yang dipakai sebagai bumbu masak maupun dibuat minuman.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Headache Care Center di Springfield mengungkap, ekstrak jahe efektif meredakan migrain hingga 63 persen. Pada sekitar 30 persen partisipan, migrain berkurang hanya dalam 2 jam setelah menghisap sari jahe.

Penelitian yang dipimpin Dr Roger Cady ini melibatkan 60 orang yang sering mengalami migrain. Dikutip dari Reuters, Minggu (19/6/2011), partisipan dibagi menjadi 2 kelompok terdiri dari 45 orang yang diberi jahe saat terjadi serangan migrain dan 15 orang yang hanya diberi plasebo.

Meski tidak menjelaskan secara detail mekanisme kerjanya, hasil penelitian ini menegaskan bahwa jahe bisa menjadi alternatif untuk mengatasi migrain. Selama ini, banyak orang mengunyah jahe segar untuk meredakan sakit kepala maupun rasa mual yang menyertai migrain.

Beberapa ahli meyakini, kandungan senyawa tertentu di dalam bumbu masakan yang sangat populer ini bisa menghambat prostagraldin yang merupakan mediator nyeri. Jahe juga diyakini mampu mengatasi radang pada pembuluh darah di otak yang merupakan salah satu pemicu migrain.

Dalam penelitian Dr Cady, jahe yang digunakan memang sudah disarikan dalam bentuk ekstrak. Namun untuk dikonsumsi sehari-hari, jahe segar maupun jahe kering yang sudah diserbuk juga bisa memberikan khasiat yang kurang lebih sama pada penderita migrain.

Untuk dibuat minuman, jahe segar biasanya dimemarkan lalu diseduh atau terlebih dahulu dibakar agar aromanya keluar. Bisa diminum begitu saja setelah ditambah gula atau pemanis lainnya, bisa juga dicampur dengan minuman lain menjadi teh jahe atau susu jahe.

Jahe juga sering diolah menjadi permen atau biskuit, sehingga pilihannya semakin bervariasi. Berbagai jenis masakan juga banyak yang menggunakan jahe untuk menghadirkan citarasa yang khas dan hangat, cocok untuk dikonsumsi saat cuaca dingin.

Pada beberapa orang, jahe bisa memicu efek samping seperti nyeri dada dan kurang dianjurkan bagi yang punya masalah dengan batu empedu. Namun secara umum, efek sampingnya jauh lebih aman dibanding obat-obatan kimia yang bisa memicu kerusakan hati dan ginjal.

(up/ir)

sumber: detikhealth

Kopi Radix HPA, klik di sini