Tips Berpuasa Bagi Penderita DM

author : K. Tatik Wardayati

morgueFile

ilustrasi

Bagaimana dengan penderita Diabetes Melitus (DM) dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan nanti? Berikut beberapa catatan yang perlu disimak.

Siapa yang boleh berpuasa?

Mereka yang menderita DM ringan yang kadar gula darahnya cukup dikendalikan hanya dengan diet dan olahraga. Juga penderita DM sedang yang kadar gula darahnya dapat dikendalikan dengan minum obat.

Bagaimana perencanaan makannya?

Perencanaan makan disusun dengan pola: 2 kali makan utama dan 2 kali makan selingan dengan jumlah kebutuhan kalori sehari sama dengan hari biasa. Berikut pengaturannya:

  • Saat sahur: makanlah makanan padat yang nilainya 40% kebutuhan kalori sehari.
  • Saat berbuka: makanlah 50% kebutuhan kalori sehari yang dibagi menjadi 2 porsi.
  • Saat beduk berkumandang: makanlah makanan ringan/segar.
  • Setelah sembahyang maghrib: makanlah makanan padat. Pada saat ini, jangan makan berlebihan karena dapat menaikkan kadar gula darah secara cepat.
  • Sesudah tarawih: boleh ngemil dengan kalori ± 10% kebutuhan sehari.

Seperti hari-hari biasa, tetap hindari makanan manis. Selain itu, penuhi gizi seimbang: cukup kalori, karbohidrat, protein dan cukup minum. Lemak dan garam disesuaikan.

Bagaimana dengan minum?

Sama dengan kebutuhan pada hari biasa, 6 – 8 gelas per hari. Karena pada saat sahur tidak dapat minum dalam jumlah banyak, penuhi kebutuhan ini pada malam hari.

Bagaimana dengan obat diabetes?

Selama puasa, obat diabetes diminum saat berbuka puasa agar kadar gula darah bisa terkendali. Kalau ada obat antidiabetes yang diminum saat sahur, biasanya dokter akan memberikan setengah dosis.

Perlukah memantau gula darah?

Tentu saja! Hal ini untuk mewaspadai hipoglikemia.

sumber: Intisari Online

Plantisol-HPA, herbal untuk penderita diabetes

Isi Kotak Obat

author : K. Tatik Wardayati
Monday, 25 July 2011 – 02:04 pm

morgueFile: ilustrasi

Obat apa yang mesti tersedia di rumah kalau kita punya anak kecil? Berikut ini yang disarikan dari suatu situs kesehatan anak:

  • Termometer digital, senter.
  • Obat demam sirup (asetaminofen), cairan rehidrasi (oralit).
  • Salep hidrokortison (0,5%)
  • Alkohol swab untuk bersihkan termometer, gunting, dan lain-lain. Petroleum jelly untuk melumasi termometer, salep, dan cairan antiseptik untuk luka.
  • Losion tabir surya yang aman untuk anak.
  • Plester berbagai ukuran, kasa gulung, kasa biasa untuk luka, kapas.
  • Dropper, “spuit” suntikan tanpa jarum, sendok/cup untuk memberikan obat.
  • Heating pad, hot-water bottle, dan ice pack.
  • Kalau pernah alergi berat yang mengancam jiwa, epinephrine kit.

Jangan lupa untuk secara berkala dicek masa kadaluarsanya. Semoga membantu para orang tua yang punya anak kecil di rumah.

sumber: Intisari Online

Suplemen kesehatan anakExtragreen jawabnya…