Terlalu Banyak Konsumsi Takjil Manis Bisa Sebabkan Hipoglikemia

Fitria Rahmadianti – detikFood

terlalu banyak takjil manis bisa sebabkan hipoglikemia

foto: thinkstock

Jakarta – Setiap berbuka puasa, apa saja takjil yang Anda santap? Kurma, kolak, es buah, dan kue? Sebenarnya tidak perlu menyantap makanan manis berlebihan karena akan menimbulkan efek kurang baik untuk kesehatan, diantaranya menyebabkan hipoglikemia.

Hipoglikemia adalah berkurangnya kadar glukosa dalam darah secara abnormal. Ketidakcukupan suplai glukosa ke otak dapat mengakibatkan gangguan fungsi (neuroglikopenia). Efeknya mulai dari yang ringan seperti pusing hingga kerusakan otak atau kematian meski kasus fatal tersebut langka.

Berpuasa selama 14 jam membuat glukosa darah turun dan menyebabkan hipoglikemia. Keadaan ini sebenarnya dapat diatasi jika berbuka puasa dengan makanan yang sehat. Namun, konsumsi takjil manis berlebihan justru akan membuat tubuh kembali mengalami hipoglikemia.

“Takjil manis mengandung karbohidrat simpleks yang menaikkan gula darah secara cepat. Akibatnya, produksi insulin naik dan menurunkan glukosa secara cepat. Terjadilah hipoglikemia,” jelas dr. Diana F. Suganda, M. Kes. saat ditemui di Gourmet World, Kamis (26/7).

Diana menjelaskan prosesnya secara lebih terperinci. “Makanan yang banyak mengandung gula merangsang pelepasan insulin. Jika terjadi kelebihan insulin, produksi glukosa akan berkurang di organ hati, sementara di lemak dan otot terjadi peningkatan penyerapan glukosa,” katanya. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah berkurang dan terjadi hipoglikemia.

Gejala hipoglikemia terjadi tiba-tiba dan bisa mengakibatkan pingsan jika tidak ditangani segera. Tanda-tanda terjadi hipoglikemia adalah cemas, gemetar, berdebar-debar, lemas, dan keringat berlebih. Masalah ini juga bisa menyerang saraf dan menyebabkan kebingungan, kelakuan aneh, serta sulit berbicara. Bahkan, hipoglikemia bisa membuat penderitanya mulas dan sakit kepala.

Lantas, bagaimana langkah berbuka puasa agar tetap sehat? “Minumlah air putih untuk mengembalikan hidrasi atau cairan tubuh, lalu diikuti dengan menyantap makanan yang manis alami seperti buah. Takjil boleh dikonsumsi, namun memilihnya harus cermat,” ujar Diana.

Takjil yang sehat mengandung pemanis alami, misalnya dari buah atau air kelapa. Makanan ini juga mengandung karbohidrat kompleks, bukan simpleks. Selain itu, kandungan seratnya harus tinggi untuk membantu pencernaan.

Diana mencontohkan kolak yang bisa dibuat lebih sehat. “Santan dan gula merah bisa diganti dengan labu parang yang diblender. Selain rasanya yang manis alami, tekstur dan warnanya juga mirip kuah kolak biasa,” tutup Diana.

(fit/odi)

sumber: DetikHealth

Didukung oleh: Kedai Mas ‘nDut – Mie Ayam Ceker

Kopi 3in1? Itu biasa…  Kopi Radix HPA adalah kopi herbal 7in1….. luar biasa…

Tips Berpuasa Bagi Penderita DM

author : K. Tatik Wardayati

morgueFile

ilustrasi

Bagaimana dengan penderita Diabetes Melitus (DM) dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan nanti? Berikut beberapa catatan yang perlu disimak.

Siapa yang boleh berpuasa?

Mereka yang menderita DM ringan yang kadar gula darahnya cukup dikendalikan hanya dengan diet dan olahraga. Juga penderita DM sedang yang kadar gula darahnya dapat dikendalikan dengan minum obat.

Bagaimana perencanaan makannya?

Perencanaan makan disusun dengan pola: 2 kali makan utama dan 2 kali makan selingan dengan jumlah kebutuhan kalori sehari sama dengan hari biasa. Berikut pengaturannya:

  • Saat sahur: makanlah makanan padat yang nilainya 40% kebutuhan kalori sehari.
  • Saat berbuka: makanlah 50% kebutuhan kalori sehari yang dibagi menjadi 2 porsi.
  • Saat beduk berkumandang: makanlah makanan ringan/segar.
  • Setelah sembahyang maghrib: makanlah makanan padat. Pada saat ini, jangan makan berlebihan karena dapat menaikkan kadar gula darah secara cepat.
  • Sesudah tarawih: boleh ngemil dengan kalori ± 10% kebutuhan sehari.

Seperti hari-hari biasa, tetap hindari makanan manis. Selain itu, penuhi gizi seimbang: cukup kalori, karbohidrat, protein dan cukup minum. Lemak dan garam disesuaikan.

Bagaimana dengan minum?

Sama dengan kebutuhan pada hari biasa, 6 – 8 gelas per hari. Karena pada saat sahur tidak dapat minum dalam jumlah banyak, penuhi kebutuhan ini pada malam hari.

Bagaimana dengan obat diabetes?

Selama puasa, obat diabetes diminum saat berbuka puasa agar kadar gula darah bisa terkendali. Kalau ada obat antidiabetes yang diminum saat sahur, biasanya dokter akan memberikan setengah dosis.

Perlukah memantau gula darah?

Tentu saja! Hal ini untuk mewaspadai hipoglikemia.

sumber: Intisari Online

Plantisol-HPA, herbal untuk penderita diabetes