Buah-buah yang Bikin Kulit Bercahaya

Merry Wahyuningsih – detikHealth

buah yang bikin kulit segar

foto: thinkstock

Jakarta, Banyak makan serat dari buah tidak hanya akan membuat tubuh sehat tetapi juga membuat kulit awet muda. Ada beberapa buah yang memiliki khasiat membuat kulit bercahaya.

Berikut beberapa buah yang dapat membuat kulit sehat dan tampak bercahaya, seperti dilansir timesofindia, Selasa (15/11/2011):

1. Lemon
Lemon mengandung banyak vitamin C yang menjaga kulit tetap cantik. Segelas air hangat, lemon dan madu yang diminum di pagi hari dapat menjadi pembersih kulit yang luar biasa. Lemon juga bisa diaplikasikan ke kulit untuk memudarkan bekas jerawat dan bagian hitam di siku. Lemon dan madu juga bisa jadi pembersih kulit alami.

2. Apel
Apel merupakan antioksidan yang baik untuk mencegah kerusakan sel dan jaringan. Studi membuktikan bahwa apel mengandung elastin dan kolagen yang dapat membuat kulit awet muda.

3. Jeruk
Jeruk mengandung vitamin C yang dapat mencerahkan kulit. Sama seperti apel, jeruk mengandung kolagen yang dapat memperlambat proses penuaan kulit.

4. Pepaya
Pepaya kaya akan vitamin C, yang berguna dalam menjaga kulit yang sehat. Selain itu bila dimakan secara teratur, pepaya dapat membantu dalam evakuasi tinja, yang secara tidak langsung membantu dalam mendapatkan kulit yang bersih dan cerah.

5. Mangga
Mangga sering disebut raja buah, bukan hanya karena rasanya tetapi juga manfaat kesehatannya. Bulir halus dari mangga juga memiliki manfaat luar biasa pada kulit. Kaya dengan vitamin A dan antioksidan, membuat mangga efektif memerangi proses penuaan kulit, regenerasi sel kulit dan menjaga elastisitas kulit.

(mer/ir)

sumber: detikHealth

Kopi 3in1? Itu biasa…  Kopi Radix-HPA adalah kopi herbal 7in1….. luar biasa…

6 Bahaya dari Manisnya Gula

gula

Kompas.com – Terlalu banyak mengonsumsi gula berdampak pahit bagi kesehatan tubuh. Karena itu kita harus mencermati asupan gula setiap hari tidak lebih dari dua sendok teh, apalagi pada anak karena konsumsi gula berlebih setiap harinya berdampak pada kesehatan.

Walau pun dampaknya tidak seketika, namun kelebihan gula berpotensi merusak tubuh, dimulai dari obesitas, hingga rusaknya pembuluh darah yang memicu penyakit jantung, bahkan juga kanker. Gula berlebihan juga berpengaruh pada mood dan kesehatan kulit.

Untuk lebih jelasnya, simak 6 efek merusak yang ditimbulkan dari manisnya gula.

1. Meningkatkan risiko diabetes

Meski awam kerap menyebut diabetes melitus dengan kencing manis, namun sebenarnya penyakit ini tidak disebabkan oleh terlalu banyak gula. Kelebihan asupan gula akan meningkatkan berat badan yang merupakan faktor risiko utama penyakti diabetes.

Selain itu, terlalu banyak mengasup makanan yang mengandung gula tambahan juga akan meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga lama kelamaan menyebabkan resistensi insulin dan inflamasi. Yang pasti, mereka yang sudah menderita diabetes melitus diwajibkan untuk membatasi asupan gula hariannya.

2. Menyebabkan jerawat

Para ahli dermatologi masih berdebat apakah makanan yang berkadar lemak dan gula tinggi menyebabkan jerawat. Namun beberapa riset menunjukkan bahan pangan yang memiliki kadar indeks glikemik tinggi akan memicu inflamasi dan produksi minyak sehingga menyebabkan jerawat.

Indeks glikemik adalah kecepatan makanan dalam meningkatkan kadar gula darah. Makanan dengan kadar glikemiks tinggi antara lain minuman yang mengandung gula, cokelat, karbohidrat yang disaring, dan masih banyak lagi. Penelitian menunjukkan remaja yang lebih banyak mengasup makanan dengan indeks glikemik rendah memiliki jerawat yang lebih sedikit.

3. Merusak jantung

Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bukan satu-satunya hal yang menyebabkan tingginya risiko menderita penyakit jantung. Kadar gula yang diasup juga berpengaruh langsung pada kesehatan jantung karena akan meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida.

Studi yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association menemukan orang yang mendapat kalori lebih banyak dari gula tambahan beresiko 20-30 persen lebih tinggi menderita hipertrigliserida. Jika kita mengasup gula lebih banyak dari yang dibutuhkan, kelebihannya akan disimpan dalam bentuk trigliserida yang ditimbul dalam sel lemak.

4. Menyebabkan depresi

Makanan yang kaya akan gula, termasuk jenis karbohidrat, akan menyebabkan emosi lebih tidak stabil. Hal ini terjadi karena gula memicu tubuh melepaskan hormon serotonin, si hormon bahagia, namun terlalu banyak gula akan menyebabkan efek sebaliknya.

Gangguan perilaku juga sangat berkaitan dengan gula. Saat kita mengasup banyak gula, gula darah akan cepat naik namun cepat juga turunnya. Fluktuasi ini akan berpengaruh pada metabolisme dan juga mood. Pada penderita schizophrenia, fluktuasi ini memperburuk penyakitnya.

5. Meningkatkan risiko infeksi jamur

Infeksi jamur, baik yang terjadi di area mulut atau bagian intim, terjadi karena pertumbuhan tak terkendali dari bakteri Candida. Bakteri ini sebenarnya secara alami tinggal dalam tubuh kita dan dikendalikan oleh sistem imun. Namun ketika asupan gula kita berlebihan, ekstra gula itu ditemukan juga pada air liur dan urin sehingga menjadi makanan bakteri.

6. Beresiko kanker

Walau masih kontroversial, namun sebagian ahli berpendapat sel-sel kanker mendapatkan makanannya dari gula. Meski belum terbukti ada kaitan langsung, yang pasti gula berlebih akan menyebabkan kegemukan yang menjadi salah satu faktor risiko kanker.

sumber: health.kompas.com/fitbie

Kopi 3in1? Itu biasa…  Kopi Radix-HPA adalah kopi & herbal 7in1….. luar biasa…