Efek Berhenti Merokok dalam Hitungan Menit

Shutter Stock / Ilustrasi

KOMPAS.com – Hampir sebagian besar orang tahu bahaya yang ditimbulkan dari sebatang rokok. Namun, menghilangkan kebiasaan merokok tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Untuk bisa berhenti merokok haruslah didasarkan pada keinginan, tekad dan komitmen yang besar dari dalam diri orang yang bersangkutan. Tidak jarang, setiap kali Anda mengubah kebiasaan untuk berhenti merokok, tubuh akan membuat satu reaksi.

Efek samping dari berhenti merokok mencakup berbagai gejala seperti mental dan fisik. Namun jika Anda mampu bertahan dan dapat mengubah kebiasaan merokok, akan banyak efek positif yang Anda dapat.  Inilah efek berhenti merokok secara bertahap dari mulai hitungan menit hingga hitungan tahun :

* 20 menit : Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung. Jika dalam 20 menit Anda mampu berhenti merokok, detak jantung dan tekanan darah akan turun secara normal.

* 8 jam : Tidak merokok selama 8 jam, akan membuat kadar nikotin dan tingkat karbon monoksida dalam darah berkurang, hal ini juga menyebabkan penurunan risiko serangan jantung. Oksigen dalam darah Anda juga akan meningkat menjadi normal.

* 24 jam : Kemungkinan Anda mengalami risiko serangan jantung menurun. Semua karbon monoksida dan nikotin keluar dari tubuh. Ujung saraf Anda mulai kembali tumbuh mengarah pada peningkatan kemampuan indra penciuman dan perasa.

* 48 jam : Inilah bagian yang sulit, karena dalam 48 jam Anda akan mengalami efek samping yang buruk seperti sakit perut, muntah dan juga kemungkinan mengalami hipotermia. Tetapi manfaat lain akan Anda dapatkan, di antaranya menurunkan risiko kerusakan paru-paru dan kanker paru-paru.

* 72 jam : Tabung bronkial mulai rileks dan bernapas menjadi lebih mudah.

* Setelah 2 minggu : Fungsi paru meningkat sampai 30% sehingga sirkulasi darah meningkat. Berjalan menjadi lebih mudah. Tapi juga dapat menyebabkan gejala penarikan diri seperti mudah tersinggung, sakit kepala, dan kecemasan, yang mengapa obat antidepresan bekerja dengan baik dalam berhenti merokok.

* Antara 1-9 bulan : Silia di paru-paru mulai berfungsi dengan baik dengan membersihkan paru-paru lendir, sehingga dapat mengurangi risiko infeksi.

* Setelah 1 tahun : Risiko Anda menderita penyakit yang berhubungan dengan merokok seperti serangan jantung akan berkurang setengah dibandingkan saat satu tahun yang lalu.

* Setelah 10 tahun : Risiko terkena serangan jantung dan kanker paru-paru sama seperti seseorang yang belum pernah merokok. Begitu pula pada risiko penyakit lainnya seperti, kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, leher rahim, dan pankreas juga akan berkurang.

Sumber : Kompas Health / Lifemojo

Ngopi sekaligus mendapatkan khasiat Herba? Klik di sini…

 

 

 

Manfaat Minum Kopi

Manfaat Minum Kopi

Manfaat Minum Kopi.

Minum empat cangkir kopi dalam sehari bisa membantu melindungi Anda dari risiko kanker mulut. Tapi, dokter menganjurkan agar tidak minum kopi dalam takaran berlebihan. Sebab, kafein di dalamnya dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah.

Beberapa dari 1.000 bahan kimia yang terdapat dalam kopi – termasuk antioksidan – mungkin menawarkan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Utah, Amerika Serikat.

Penelitian terdiri dari sembilan studi yang dilakukan di Eropa, Amerika dan Amerika Tengah, dengan membandingkan kebiasaan minum kopi sekitar 5000 pasien kanker dan lebih dari 9.000 orang sehat. Dari penelitian juga dilihat kebiasaan merokok, makan dan juga konsumsi alkohol. Para peneliti menemukan, peminum kopi reguler risiko terkena kanker mulut dan kerongkongan, lebih rendah 39 persen daripada orang yang tidak minum kopi.

“Kami memiliki sample yang cukup besar dan kami mengombinasikan data dari banyak penelitian. Kami memiliki kekuatan statistik yang lebih untuk mendeteksi antara kanker dan kopi,” kata Mia Hashibe, kepala peneliti, seperti dikutip dari Times of India.

Studi tentang hubungan antara kopi dan kanker menurut sebagian orang cukup membingungkan dan kadang-kadang hasilnya kontradiktif. Hal itu karena minum kopi bisa jadi penanda faktor gaya hidup lainnya yang bisa meningkatkan risiko kanker, seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Sumber:  harianberita.com

Berminat dengan kopi Radix? Klik di sini…