Manfaat Terselubung Kayu Manis

shutterstock

Kompas.com – Kayu manis, dalam bahasa Inggris disebut cinnamon, memiliki rasa enak dan sering digunakan sebagai pengobatan herbal. Biasanya dipakai untuk mengobati kram, perut kembung, sakit kepala, dan sakit karena artritis.

Ada baiknya Anda menyediakan kayu manis di rumah baik dalam bentuk batang atau bubuk. Jangan lupa pula madu. Biasanya madu menjadi campuran untuk mencairkan bubuk kayu manis. Kalau pun tidak digunakan sebagai obat, Anda dapat memakainya sebagai bahan pembuat kue.

Berikut adalah beberapa aplikasi penggunaan kayu manis sebagai pengobat herbal.

1. Untuk sakit karena artritis

Satu sendok makan madu ditambah setengah sendok teh bubuk kayu manis. Campuran itu diminum sebelum sarapan. Minumlah setiap hari selama satu bulan. Sakit karena artritis akan berkurang.

2. Segelas teh kayu manis

Anda sakit perut? Larutkan satu setengah sendok teh kayu manis dalam satu cangkir air hangat. Tutup cangkir dan biarkan selama 15 menit, kemudian minum seperti halnya teh biasa. Dapat juga untuk mengobati diare.

3. Obat batuk

Untuk batuk yang berhubungan dengan flu, masak satu panci kecil air hingga mendidih lalu masukkan satu batang kayu manis sampai mendidih. Setelah dua menit keluarkan batang kayu manis dari air dan gunakan air rebusan untuk menyeduh teh herbal, misalnya teh hijau. Minum dua kali sehari.

4. Sakit kepala dan migrain

Buatlah parem kayu manis. Caranya, campur satu sendok teh bubuk kayu manis dengan satu sendok teh air. Oleskan di kening dan dahi.

5. Perut begah

Jika Anda terlalu banyak makan dan perut terasa begah, campur sedikit bubuk kayu manis dengan dua sendok teh madu. Minum campuran itu sebelum waktu makan. Campuran itu akan menghilangkan rasa asam dalam perut dan melancarkan pencernaan.

6. Sakit gigi

Campurkan satu sendok teh bubuk kayu manis dengan lima sendok teh madu dalam mangkuk kecil. Aduk dengan seksama. Oleskan sedikit campuran tersebut langsung ke gigi yang sakit menggunakan jari yang bersih atau cottonbuds.

 

sumber: health.kompas / gaya hidup sehat

Menikmati kopi sambil merasakan khasiat Herba? Klik di sini…

Jahe Manjur dan Lebih Aman untuk Migrain

Khasiat Jahe
foto: Thinkstock

Springfield, Bagi yang sering terserang migrain, tidak perlu buru-buru minum obat jika tak ingin berurusan dengan efek sampingnya. Ada cara yang lebih aman untuk meredakannya, yakni dengan jahe yang dipakai sebagai bumbu masak maupun dibuat minuman.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Headache Care Center di Springfield mengungkap, ekstrak jahe efektif meredakan migrain hingga 63 persen. Pada sekitar 30 persen partisipan, migrain berkurang hanya dalam 2 jam setelah menghisap sari jahe.

Penelitian yang dipimpin Dr Roger Cady ini melibatkan 60 orang yang sering mengalami migrain. Dikutip dari Reuters, Minggu (19/6/2011), partisipan dibagi menjadi 2 kelompok terdiri dari 45 orang yang diberi jahe saat terjadi serangan migrain dan 15 orang yang hanya diberi plasebo.

Meski tidak menjelaskan secara detail mekanisme kerjanya, hasil penelitian ini menegaskan bahwa jahe bisa menjadi alternatif untuk mengatasi migrain. Selama ini, banyak orang mengunyah jahe segar untuk meredakan sakit kepala maupun rasa mual yang menyertai migrain.

Beberapa ahli meyakini, kandungan senyawa tertentu di dalam bumbu masakan yang sangat populer ini bisa menghambat prostagraldin yang merupakan mediator nyeri. Jahe juga diyakini mampu mengatasi radang pada pembuluh darah di otak yang merupakan salah satu pemicu migrain.

Dalam penelitian Dr Cady, jahe yang digunakan memang sudah disarikan dalam bentuk ekstrak. Namun untuk dikonsumsi sehari-hari, jahe segar maupun jahe kering yang sudah diserbuk juga bisa memberikan khasiat yang kurang lebih sama pada penderita migrain.

Untuk dibuat minuman, jahe segar biasanya dimemarkan lalu diseduh atau terlebih dahulu dibakar agar aromanya keluar. Bisa diminum begitu saja setelah ditambah gula atau pemanis lainnya, bisa juga dicampur dengan minuman lain menjadi teh jahe atau susu jahe.

Jahe juga sering diolah menjadi permen atau biskuit, sehingga pilihannya semakin bervariasi. Berbagai jenis masakan juga banyak yang menggunakan jahe untuk menghadirkan citarasa yang khas dan hangat, cocok untuk dikonsumsi saat cuaca dingin.

Pada beberapa orang, jahe bisa memicu efek samping seperti nyeri dada dan kurang dianjurkan bagi yang punya masalah dengan batu empedu. Namun secara umum, efek sampingnya jauh lebih aman dibanding obat-obatan kimia yang bisa memicu kerusakan hati dan ginjal.

(up/ir)

sumber: detikhealth

Kopi Radix HPA, klik di sini