Anak yang Terlambat Bicara Belum Tentu Autis

imgfoto: Thinkstock

Jakarta, Normalnya, perkembangan kemampuan berbicara dimulai pada usia 2 tahun dan ditandai dengan mengucapkan kalimat-kalimat sederhana. Keterlambatan berbicara anak sering dihubungkan dengan gangguan autisme atau ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Tapi penemuan terbaru menemukan tidak ada hubungan antara anak yang terlambat berbicara dengan gangguan perilaku. Psikolog anak meminta orangtua tidak perlu naik dan menyarankan untuk menunggu dan mengamati hingga usia anak 5 tahun.

Hal ini karena perbedaan emosi dan perilaku tidak teramati meski anak belum terampil berbicara hingga umur 5 tahun.

Menurut penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Pediatrics, hubungan antara ketrampilan berbicara dengan gangguan emosi dan perilaku hanya tampak pada usia 2 tahun. Pada usia ini, anak-anak yang kemampuan bicaranya hanya 15 persen dari rata-rata cenderung rewel.

Meski begitu, orangtua tidak perlu buru-buru mengonsultasikan perbedaan perilaku anaknya tersebut pada psikiater. Langkah yang dianjurkan oleh para peneliti adalah wait and see, yakni mengamati perkembangan si anak hingga mencapai umur 5 tahun.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Andrew Whitehouse tersebut, perbedaan perilaku tidak teramati lagi pada usia 5 tahun meski anak tersebut masih belum terampil berbicara. Artinya kemampuan bicara belum tentu berhubungan dengan gangguan emosi dan perilaku.

“Saya pikir keterlambatan berbicara pada anak bukan satu-satunya faktor yang memicu gangguan emosi dan perilaku di kemudian hari,” ungkap Whitehouse yang juga seorang psikolog anak di University of Western Australia seperti dikutip dari Livescience, Senin (4/7/2011).

Dalam penelitian tersebut Whitehouse mengamati 1.245 anak yang lahir antara tahun 1989-1991. Setelah mensurvei orangtuanya saat berusia 2 tahun, Whitehouse kembali mengamati perkembangan anak-anak tersebut pada usia 5, 8, 10, 14 dan 17 tahun.

(up/ir)

sumber: detikHealth

Kopi Radix HPA? Klik di sini

Makanan dan Minuman yang Bikin Sering Pipis

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Buang air kecil alias pipis adalah aktivitas tubuh yang normal untuk mengeluarkan kelebihan cairan dan garam. Tapi beberapa makanan dan minuman tertentu dapat membuat tubuh lebih sering buang air kecil atau bersifat diuretik. Apa saja?

Makan tinggi natrium atau konsumsi gula berlebihan, perubahan hormonal dan kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko retensi cairan atau edema. Hal ini sering mengakibatkan kembung atau pembengkakan tangan, kaki, perut atau muka.

Penggunaan diuretik alami dapat menurunkan efek ini. Diuretik merujuk pada suatu zat yang meningkatkan buang air kecil untuk membantu tubuh menyingkirkan kelebihan cairan dan garam.

Berikut beberapa makanan dan minuman yang bersifat diuretik atau membuat Anda lebih sering pipis, seperti dilansir Livestrong, Selasa (28/6/2011):

1. Kafein pada kopi, kakao dan teh
Kafein merupakan diuretik alami dan mengonsumsinya bisa membuat Anda harus sering-sering ke toilet untuk buang air kecil. Namun, sebaiknya berhati-hati mengonsumsi kafein karena jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi.

2. Air
Menurut Elmhurst College’s Virtual Chembook, air sendiri adalah diuretik alami terbaik. Ketika Anda minum banyak air, volume plasma akan meningkat sehingga tekanan darah juga meningkat. Juga, plasma menjadi lebih encer. Menanggapi perubahan-perubahan tubuh tersebut, produksi urine juga akan meningkat, sehingga membantu membersihkan tubuh dari kelebihan air.

3. Sayur dan buah yang mengandung banyak air
Mengkonsumsi buah-buahan yang memiliki kandungan air yang tinggi dapat membantu mengelola retensi air dengan menyebabkan Anda buang air kecil lebih sering. Semangka, bawang, seledri, mentimun, nanas, bawang merah, labu, daun bawang, bawang putih, kacang hijau, asparagus adalah contoh sayur dan buah yang mengandung jumlah air yang tinggi.

4. Peterseli
Peterseli yang berdaun hijau ini menghambat proses fisiologis yang dikenal sebagai pompa natrium-kalium, sehingga mengakibatkan peningkatan ekskresi air.

5. Oat
Oat diketahui mengandung silika, yang merupakan diuretik alami. Untuk memaksimalkan oatmeal pagi Anda, tambahkan buah segar. Selain efek diuretik, itu membuat sistem pencernaan Anda sehat dengan mengurangi risiko sembelit.

(mer/ir)

sumber: detikhealth

Kopi Radix HPA, klik di sini…