Sehat di Jalan, Bugar di Kampung Halaman

uthor : Bimo Wijoseno

splhealth.wordpress.com

Ketika mudik, kemacetan tentu melelahkan dan menurunkan stamina. Kalau loyo, ya istirahat!

INTISARI ONLINE * Semua orang tahu, baik mudik menggunakan kendaraan umum atau mobil pribadi, sama-sama menempuh perjalanan yang tak menyenangkan. Pasti akan menjumpai kemacetan, udara panas, dan sejenisnya. Kecuali mudik menggunakan pesawat terbang, kemacetan hanya terasa saat menuju bandara dan keluar bandara.

Ketika mudik melalui jalan darat, seharian berada di perjalanan akan membuat badan cepat lelah dan daya tahan tubuh menurun. Belum lagi umumnya pemudik begitu sampai tujuan langsung bersilaturahmi, alih-alih istirahat memulihkan stamina. Tentunya ini akan memperburuk kesehatan pemudik. Saat stamina turun, penyakit pun mudah mampir.

Salah satu contoh penyakit yang sering menyerang pemudik adalah masuk angin. Meski tiap orang bisa berbeda-beda, namun gejala masuk angin berkisar soal badan pegal linu, perut kembung, batuk pilek, sakit kepala, demam, sampai meriang. Memang masuk angin bukan penyakit berbahaya. Tetapi bila sudah parah, virus dapat mudah masuk ke dalam tubuh.

Menurut dr. Zunilda S. Bustami, pada umumnya semua gejala masuk angin merupakan gejala flu (selesma/common cold), yang terjadi karena infeksi berbagai jenis virus. Ada virus penghasil toksin (zat racun) yang menyebabkan berbagai gangguan fungsi sistem pencernaan, saluran napas, sistem otot rangka, dan peredaran darah. Ada pula virus yang membuat radang di tubuh, di antaranya berupa demam dan nyeri. Di saluran napas, reaksi ini dapat berupa pilek dan hidung mampet.

Tidak ada obat yang dapat membunuh virus flu ini. Antibiotik pun tidak. Untungnya virus tidak pernah bertahan hidup lama. Selang 5 – 7 hari serangan flu biasanya berakhir. Yang dibutuhkan penderita adalah istirahat dan minum yang cukup serta gizi yang baik untuk menghadapi demam tinggi yang menguras banyak energi dan cairan tubuh.

Minum jamu atau kerokan?

Umumnya, untuk mengenyahkan masuk angin orang minta dikerok. Modalnya koin atau uang logam dan minyak angin atau balsem agar permukaan kulit tidak lecet ketika kerokan. Setelah kerokan badan terasa hangat dan tak lama sudah segar lagi. Dr. Handrawan Nadesul bilang, fungsi kerokan lebih untuk mengembangkan pembuluh darah di kulit yang semula menguncup akibat terpapar dingin atau kurang gerak. Setelah kerokan, pembuluh darah akan terbuka dan aliran darah kembali mengalir deras. Penambahan arus aliran darah ke permukaan kulit ini meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan virus dan penyakit.

Namun tak semua orang suka kerokan. Entah karena merasa sakit, geli, atau kulit terasa lengket karena minyak angin. Bagi mereka ini, bisa saja mengonsumsi jamu tolak angin. Bahkan kini jamu tolak angin sudah dibuat praktis dengan dibentuk menjadi pil atau tablet. Tinggal minum sesuai aturan pakai, badan pun berangsur-angsur hangat dan bisa mencegah masuk angin.

Cara lain mengusir masuk angin adalah dengan pijat. Dengan dipijat, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi tersedia untuk jaringan otot. Toksin yang menyebabkan pegal pun dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan.

Dengan kerokan, pembuluh halus (kapiler) di permukaan kulit bahkan pecah dan terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Para pemijat sering mengatakan tanda merah itu bukti bahwa Anda masuk angin. Padahal, orang sehat bila dikerok pun akan meninggalkan jejak merah yang sama. Tetapi tidak pernah ada orang sehat yang dikerok, ‘kan?

Kalau sudah minum jamu, dikerok, atau dipijat, perhatikan juga asupan makanan dan minuman. Ini penting untuk mendorong kesembuhan saat menderita masuk angin. Ada baiknya banyak minum jus jeruk dan tomat, plus mengonsumsi makanan dan minuman hangat, seperti wedang jahe, sup kaldu ayam, dan yang terpenting cukup istirahat.

Yang perlu diwaspadai adalah rasa masuk angin yang disertai keringat berbutir-butir besar. Atau, rasa masuk angin yang disertai nyeri, rasa tertekan, atau rasa berat di dada – biasa disebut sebagai angin duduk. Ini mungkin merupakan gejala awal serangan jantung berat, acap disebut flu-like syndrome. Tindakan yang tepat dan segera adalah lewat pemberian oksigen dan obat khusus, bukan dipijat atau dikerok. Si pasien harus segera dibawa ke rumah sakit, paling baik dalam keadaan berbaring.

Loyo, ya istirahat!

Ancaman mudik tak hanya masuk angin. Perjalanan panjang dibarengi kemacetan tentu melelahkan dan menurunkan stamina. Tak hanya sopir, penumpangnya pun merasakan kelelahan. Di pasaran banyak dijual minuman pembangkit stamina atau minuman suplemen. Klaimnya bisa untuk memulihkan stamina yang loyo dalam waktu singkat. Jenis minuman suplemen ini pun beragam, di antaranya ada minuman isotonik dan minuman kebugaran.

Benar tidaknya minuman suplemen bisa memulihkan stamina secara seketika belum terbukti secara klinis. Yang pasti menurut ahli gizi dr. Walujo Soejodibroto, setiap minuman antilelah hampir pasti banyak mengandung vitamin B kompleks. Masalahnya, vitamin B kompleks ini jika dikonsumsi berlebihan tidak langsung terbuang lewat air seni seperti vitamin C. Harus melalui ginjal dulu sebelum dibuang, sehingga membebani fungsi ginjal. Kalau terus-menerus terjadi, hal ini bisa membahayakan kesehatan juga.

Bagaimana dengan minuman isotonik? Menurut Ida M. Lunggana dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, minuman isotonik klaimnya dapat menggantikan energi dalam waktu singkat. Namun sesungguhnya minuman isotonik berarti minuman yang bertekanan osmosis sama dengan cairan tubuh (yang merupakan sifat obat suntik atau infus yang masuk ke pembuluh darah). Larutan elektrolit yang terdiri atas ion positif dan negatif ini memang terserap cepat oleh tubuh dibandingkan larutan gula. Yang perlu diingat, kalau sudah di lambung, larutan isotonik ini akan berubah karena asam lambung. Jadi, tidak efektif lagi.

Secara alamiah manusia mempunyai mekanisme untuk mengatasi berbagai kemunduran fisik maupun psikis. Biasanya akan pulih dengan sendirinya setelah istirahat atau tidur. Plus mengonsumsi makanan secukupnya. Kalau tidak perlu, jangan mengonsumsi suplemen.

Intinya, suplemen mengganti peran istirahat dan menjanjikan dapat meningkatkan energi tambahan dalam waktu singkat yang biasanya dilakukan oleh obat. Yang perlu diwaspadai bisa saja suplemen itu ditambahi unsur obat. Sekecil apa pun obat akan menimbulkan efek samping, efek toksik atau racun.

Singkatnya, kalau loyo, ya istirahat!

sumber: intisari online

Kopi 3in1? Itu biasa…  Kopi Radix-HPA adalah kopi & herbal 7in1….. luar biasa…

20 Khasiat Madu Plus Kayu Manis (I)

JAKARTA, KOMPAS.com – Rahasia khasiat madu hingga kini masih menjadi misteri. Bukan hanya orang Timur, masyarakat Barat pun memanfaatkannya untuk penyembuhan. Mau coba resep mereka?

Campuran madu dan kayu manis dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Madu memang dihasilkan oleh hampir semua negara di dunia. Ayurverdic (penyembuh dengan metode ayurveda) dan pengobatan Yunani telah menggunakan madu sebagai obat selama berabad-abad.

Para ilmuwan saat ini juga mengakui madu sebagai obat yang sangat efektif untuk semua jenis penyakit, meskipun mereka masih menyimpan tanda tanya tentang apa yang sesungguhnya menjadi kekuatan utama madu.

Yang jelas, madu dapat digunakan sebagai obat tanpa menimbulkan efek samping. Menurut para ilmuwan moderen, meskipun rasanya manis, madu aman untuk penderita diabetes bila diberikan dalam dosis yang tepat.

Berikut ini daftar sejumlah penyakit yang dapat diatasi dengan madu dan kayu manis. Menurut Weekly World News semua itu telah diteliti oleh ilmuwan Barat.

1.    Arthritis (radang sendi). Ambil 1 bagian madu dan 2 bagian air suam-suam kuku. Tambahkan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis. Campur madu, air suam kuku dan bubuk kayu manis. Pijat ke bagian yang sakit secara perlahan. Rasa sakit akan berkurang dalam waktu 1 atau 2 menit. Atau penderita arthritis dapat minum 1 cangkir air panas dengan 2 sendok madu dan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis setiap hari, pagi dan malam. Bila diminum teratur, ramuan ini dapat mengobati penyakit arthritis kronis. Penelitian terakhir Copenhagen University menggunakan campuran 1 sendok makan madu dan _ sendok teh bubuk kayu manis yang diberikan kepada pasien sebelum sarapan. Hasilnya dalam seminggu 73 dari 200 pasien yang diobati sembuh total.  Kebanyakan pasien yang tidak dapat berjalan atau bergerak karena arthritis dapat berjalan tanpa rasa sakit.

2.    Kerontokan Rambut.  Orang yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan dapat memakai campuran minyak zaitun panas, 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis  sebelum mandi. Oleskan di kepala dan diamkan selama kira-kira 15 menit setelah itu baru dibasuh. Penelitian juga membuktikan, ramuan yang didiamkan di kepala selama 5 menit  pun tetap efektif.

3.    Infeksi Kandung Kemih. Campurkan 2 sendok makan bubuk kayu manis dan 1 sendok teh madu ke dalam segelas air suam-suam kuku. Setelah itu diminum. Ramuan ini membunuh kuman-kuman di dalam kandung kemih.

4.    Sakit Gigi.    Buat campuran 1 sendok teh bubuk kayu manis dan 5 sendok teh madu. Oleskan ramuan tersebut pada gigi yang sakit. Pemakaian ramuan ini dapat dilakukan 3 kali sehari setiap hari sampai gigi berhenti sakit.

5.    Kolesterol.  Kadar kolesterol darah dapat diturunkan dengan 2 sendok makan madu dan 3 sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dalam 16 ons air teh. Ramuan itu dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10% dalam 2 jam. Madu murni yang diminum sehari-hari meringankan gangguan kolesterol.

6.    Pilek.  Pilek ringan dan berat dapat disembuhkan dengan 1 sendok makan madu suam-suam kuku dan _ sendok teh bubuk kayu manis setiap hari selama 3 hari. Ramuan ini dapat menyembuhkan hampir semua batuk dan pilek kronis serta membersihkan sinus.

7.    Mandul.  Pengobatan Yunani dan ayurveda telah menggunakan madu selama bertahun-tahun untuk memperkuat semen para pria. Dua sendok makan madu yang diminum secara teratur sebelum tidur, akan berefek menyuburkan. Wanita Jepang, Cina dan Asia Timur yang sulit hamil dan ingin memperkuat rahim, lazim mengkonsumsi bubuk kayu manis sejak  berabad-abad lalu. Wanita yang sulit hamil sebaiknya sesering mungkin mengoleskan madu dan sesendok teh bubuk kayu manis pada gusinya. Kayu manis akan bercampur dengan air ludah dan memasuki tubuh. Ada pasangan suami isteri dari Maryland tidak memiliki keturunan selama 14 tahun dan nyaris putus asa. Ketika mengetahui khasiat kayu manis dan madu, mereka mulai mengkonsumsi ramuan tersebut. Sang isteri mulai mengandung dan melahirkan anak kembar.

8.    Sakit Perut.  Madu yang dicampur bubuk kayu manis dapat mengobati sakit perut. Juga dapat membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai akar-akarnya.

9.    Kembung.  Penelitian yang dilakukan di India dan Jepang menyatakan bahwa madu yang diminum  bersama kayu manis dapat mengurangi gas dalam perut.

10.    Penyakit Jantung.  Oleskan mandu dan bubuk kayu manis pada roti pada waktu sarapan setiap hari. Madu dan kayu manis mengurangi kolesterol dalam pembuluh arteri, dan mengurangi risiko serangan jantung. Orang yang sudah terkena serangan jantung bila mengkonsumsi madu dan kayu manis setiap hari dapat terhindar dari serangan jantung kedua. Konsumsi madu dan kayu manis secara teratus dapat memperlancar pernafasan dan memperkuat detak jantung. Rumah jompo di Amerika dan Kanada, berhasil mengobati penghuninya yang memiliki gangguan pembuluh darah karena  tersumbat, dan berkurang fleksibilitasnya karena usia, dengan ramuan tersebut.

(bersambung)

sumber: health.kompas.com

Menikmati kopi sambil merasakan khasiat Herba? Klik di sini…