Makanan Sehat di Meja Kerja

author : K. Tatik Wardayati

dok: Menu Sehat

Intisari-Online.com – Kadang-kadang saat kita bekerja, kita memerlukan makanan kecil untuk menambah energi. Namun, hati-hati ngemil bisa berbahaya bagi tubuh kalau kita sembarang memakan makanan yang tidak sehat. Lebih baik sediakan camilan sehat di meja kerja kita, untuk ngemil bila waktu makan siang masih lama. Apa saja makanan sehat yang bisa disediakan di meja kerja? Yuk, kita simak…

Teh hijau.
Manfaat teh hijau rasanya sudah tidak asing lagi. Kaya antioksidan, terbukti berguna melawan beberapa kondisi kesehatan termasuk kanker, masalah jantung, diabetes, dan gangguan gigi, juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memerangi stres dengan cara mendinginkan saraf dan sel-sel otak. Teh hijau juga meningkatkan metabolisme sehingga membantu dalam penurunan berat badan. Baik juga untuk kesehatan kulit. Teh hijau lebih baik daripada teh biasa, dan bisa disimpan di laci meja kerja dalam bentuk kantong teh hijau. Hanya tinggal mencelupkan kantungnya saja dalam secangkir air panas. Praktis bukan?

Almon dan kenari panggang.
Kedua kacang ini adalah sumber asam lemak omega-3. Bukan hanya mengendalikan asam lambung, tapi juga meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Almon dan kenari meningkatkan mood sehingga membantu memerangi stres dan membantu memperbaiki tekstur kulit. Simpan dalam wadah kedap udara dan taruh wadah di laci, tapi pastikan menyimpannya hanya dalam jumlah terbatas karena bisa tengik kalau disimpan dalam waktu yang lama.

Kedelai sangrai.
Kedelai yang disangrai atau dipanggang dan disimpan dalam wadah kedap udara merupakan camilan yang tepat. Selain rendah kalori, protein yang tinggi serta serat larut, sangat penting untuk menjaga berat badan dan menjaga kesehatan pencernaan. Asam amino esensialnya berfungsi sebagai makanan untuk kesehatan otak dan meningkatkan konsentrasi kerja.

Buah.
Makanan super ini mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral. Buah-buahan yang menyegarkan dan meremajakan ini merupakan makanan ringan yang lebih baik, terutama saat kita berada dalam tekanan pekerjaan.

Kue havermut.
Havermut terkenal karena kadar serat larut dan tidak larut yang membantu melindungi terhadap penyakit perut, kanker, masalah jantung, gula darah tinggi, dan tekanan darah tinggi. Merupakan penguat energi dan membantu dalam meningkatkan pencernaan serta menangani stres. Jadikan ini sebagai camilan di meja kerja kita.

Biskuit dari biji-bijian.
Biskuit ini mirip dengan kue havermut. Kombinasi dan manfaatnya sama, hanya rasanya yang mungkin berbeda.

Popcorn.
Popcorn bisa jadi camilan sehat bila dimasak di rumah daripada membeli. Tentu saja untuk menghindari lemak yang berlebihan atau penambah rasa pada popcorn. Tambahkan saja sedikit garam, maka popcorn akan tetap rendah lemak dan tinggi serat, yang baik untuk mengisi perut sebelum datangnya makan besar.

Cokelat hitam.
Cokelat hitam lebih baik daripada cokelat susu, baik jika dimakan sesekali. Cokelat hitam meningkatkan sirkulasi darah dan mengatur tekanan darah tinggi. Kandungan antioksidannya baik dalam mengatasi depresi dan stres.

Mesin juga membutuhkan bahan bakar, pelumas dan lainnya untuk tetap bekerja dan memberikan layanan yang baik. Demikian juga kita, sebagai mesin yang dibangun dengan darah dan daging pastinya tetap membutuhkan bahan bakar yang sehat dari waktu ke waktu. Tidak ada pekerjaan atau profesi yang berhasil baik jika kita bekerja tanpa makanan.

sumber: Intisari Online

Kopi 3in1? Itu biasa…  Kopi Radix-HPA adalah kopi herbal 7in1….. luar biasa…

8 Sumber Antioksidan yang Tak Terduga

Adelia Ratnadita – detikHealth

telur, sumber antioksidanJakarta, Antioksidan banyak terkandung dalam buah-buahan dan sayuran berwarna, serta kacang-kacangan. Tetapi baru-baru ini peneliti telah menemukan antioksidan dalam bahan makanan lain, yang tidak terduga.

Ketika ilmuwan pertama kali menemukan kekuatan antioksidan bisa menghancurkan sel radikal bebas, banyak orang yang memburu makanan yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat mencegah kanker, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya.

“Berbagai zat kamikaze telah ditemukan dalam berbagai makanan,” kata Christine Gerbstadt, MD, RD, dari American Dietetic Association seperti dikutip dari MSNHealth, Selasa (1/11/2011).

Mendapatkan asupan antioksidan dari berbagai sumber sebanyak mungkin akan lebih bermanfaat daripada hanya mendapatkan antioksidan dari beberapa makanan yang terkenal sebagai sumber antioksidan.

“Jangan hanya makan blueberry atau tomat setiap hari dan berpikir bahwa Anda telah mendapatkan asupan antioksidan. Bila menu diet antioksidan beragam, maka akan mendapatkan seluruh manfaat antioksidan secara luas,” kata Joe Vinson, PhD, seorang ahli kimia analitis di University of Scranton. Vinson telah mengkhususkan diri untuk mengukur kadar antioksidan dari makanan.

Ke-8 sumber antioksidan dari bahan makanan yang tidak terduga, antara lain:

1. Pasta whole grain
Penelitian di University of Scranton oleh Vinston menemukan bahwa, pasta gandum murni memiliki 3 kali lebih banyak antioksidan daripada pasta dengan bahan tambahan atau diperkaya dan pasta jenis halus. Pasta whole grain harus tercantum ‘whole wheat’ sebagai bahan utama pada kemasannya. Vinston dan timnya membandingkan pasta yang diperkaya dengan jenis gandum dari 3 merek spageti.

“Banyak studi epidemiologik yang menunjukkan bahwa, konsumsi biji-bijian dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Kami dulu berpikir bahwa hal tersebut karena serat menyapu kolesterol. Tetapi tampaknya hal tersebut lebih karena efek positif polifenol pada tekanan darah,” katanya.

Konsentrasi antioksidan dalam tepung gandum digunakan untuk membuat pasta gandum sebanding dengan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran,” kata Vinston.

2. Popcorn
Popcorn memiliki polifenol yang 4 kali lebih kuat melawan kanker. Polifenol banyak ditemukan dalam tumbuhan, terutama dalam buah.

3. Telur
Telur memang tidak umum dianggap sebagai sumber yang kaya antioksidan lutein. Hal tersebut disebabkan karena telur hanya memiliki konsentrasi rendah dari antioksidan lutein. Antioksidan lutein dapat melindungi mata dari degenerasi makula dan katarak. Bayam merupakan sumber utama antioksidan lutein.

Namun, para ilmuwan dari Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University menemukan bahwa, lutein dalam kuning telur dapat diserap lebih efektif daripada dari bayam. Hal tersebut mungkin karena kuning telur dapat membantu tubuh memproses antioksidan jauh lebih baik.

“Jadi meskipun satu telur hanya sekitar 5 persen mengandung lutein yang setara ditemukan dalam 1/4 cangkir bayam, namun tubuh dapat menyerap 3 kali lebih efektif. Bayam dan sayuran hijau lainnya masih merupakan sumber terbaik, tetapi telur merupakan cara mudah untuk mendapatkan lebih banyak lutein,” kata Elizabeth Johnson, PhD.

4. Kacang kalengan
Sebuah studi pada tahun 2004 yang dilakukan oleh USDA menemukan bahwa, jenis tertentu dari kacang kering mengandung kadar antioksidan yang tinggi. “Namun penduduk Amerika umumnya mengonsumsi lebih banyak kacang kalengan,” kata Brick Markus, PhD.

Untuk mengetahui apakah kacang kalengan memiliki antioksidan sebanyak kacang kering, Brick dan tim peneliti di Colorado State University mengukur kandungan fenolik dan flavonoid dari beberapa jenis kacang kalengan komersial pada sebuah studi di tahun 2009 yang telah diterbitkan dalam Crop Science.

Para ilmuwan menemukan semua kacang kalengan mengandung antioksidan, namun kacang merah kecil memiliki kadar tertinggi, diikuti oleh kacang ginjal merah gelap, dan kacang hitam.

Bahkan kacang kalengan yang berwarna gelap memiliki 3 kali lebih banyak phytochemical. Phytochemical merupakan senyawa dalam tanaman yang dapat menghapus radikal bebas untuk melindungi sel-sel dari kerusakan dan perbaikan DNA.

5. Yogurt
Hanya sekitar 1 cangkir yoghurt rendah lemak dapat menyediakan setidaknya 25 persen dari asupan harian untuk riboflavin setara dengan 1 cangkir bayam rebus. Meskipun bukan merupakan antioksidan, riboflavin (vitamin B) sangat penting dalam membantu aktivitas antioksidan.

Tanpa riboflavin, antioksidan glutathione yang sudah berada dalam sel tidak dapat menghancurkan radikal bebas. Sehingga dapat mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, dan kondisi kronis lainnya. Karena riboflavin larut air, hanya berada dalam tubuh beberapa jam dan harus diisi ulang setiap hari.

6. Minyak Canola
Minyak canola sehat bagi jantung dan kaya akan antioksidan alphatocopherol, menurut Maret Traber, PhD, dari Linus Pauling Institute di Oregon State University. Minyak canola lebih murah dan memiliki rasa yang lebih ringan daripada minyak zaitun.

Hanya 1 sendok makan mengandung 16 persen dari DV. Alphatocopherol adalah satu dari delapan antioksidan dalam vitamin E, yang mencegah kolesterol jahat (LDL) dari oksidasi dan membentuk radikal bebas. LDL berpotensi menyebabkan penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya.

7. Susu organik
“Dengan beralih dari susu biasa ke susu organik, maka akan mendapatkan kadar yang lebih kuat dari antioksidan, termasuk vitamin E dan karotenoid, beta karoten, dan lutein,” kata Gillian Butler, PhD, peneliti dari Inggris.

Hasil penelitian Butler menunjukkan bahwa, antioksidan dalam susu sapi yang diternakkan dengan diet organik atau hanya makan rumput, sekitar 40-50 persen lebih pekat daripada susu yang diambil dari sapi konvensional.

“Sapi yang hanya makan rumput tanpa tambahan suplemen apapun, akan menghasilkan susu yang lebih kaya antioksidan,” imbuh Butler.

8. Pemanis alami
Masyarakat Amerika rata-rata mengonsumsi 130 g gula halus setiap hari. Jika mengurani asupan gula dan menggunakan pemanis alami seperti molase, madu, gula merah, dan sirup maple dapat menambahkan antioksidan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat para peneliti di Virginia Tech University yang meneliti kandungan antioksidan dari beberapa pemanis alami.

Para peneliti menemukan bahwa, molase memiliki kadar antioksidan tertinggi, terutama jenis yang gelap dan blackstrap. Studi mereka telah dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association.

Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa, madu, gula merah, dan sirup maple juga mengandung kadar signifikan dari antioksidan. Studi sebelumnya telah mengukur antioksidan dalam berbagai madu dan menemukan bahwa, jenis madu yang lebih gelap cenderung memiliki jumlah polifenol lebih tinggi secara signifikan.

Sebagai contoh, buckwheat memiliki tingkat antioksidan 8 kali lebih tinggi dari semanggi, yang juga setingkat dengan bunga matahari dan madu Tupelo.

(ir/ir)

Kopi 3in1? Itu biasa…  Kopi Radix-HPA adalah kopi herbal 7in1….. luar biasa…