Di Balik Kolesterol Tingginya, Telur Terbaik untuk Sarapan

Telur
foto: Thinkstock

Jakarta, Di balik kandungan kolesterolnya yang tinggi (rata-rata 200 mg/butir), telur merupakan menu sarapan yang bagus. Jika dilihat dari nutrisinya, telur punya banyak manfaat yang belum tentu dimiliki lauk lainnya.

Selama tidak dikonsumsi berlebihan atau rata-rata 1-2 butir per hari, telur tetap menjadi pilihan sehat untuk lauk sarapan.

Berikut ini 5 manfaat telur seperti dikutip dari The Sun, Selasa (22/2/2011).

1. Menjaga perut tidak cepat lapar
Bagi yang ingin menurunkan berat badan, telur bisa menjaga perut terasa penuh lebih lama sehingga tidak cepat merasa lapar. Penelitian di Rochester Centre of Obesity di Amerika mengungkap 2 butir telur rebus dalam menu sarapan bisa memangkas kebutuhan sekitar 400 kalori sepanjang hari.

2. Meningkatkan kekuatan otak
Sebutir telur berukuran sedang mengandung sekitar 250 mg choline, senyawa penting yang dibutuhkan dalam perkembangan otak janin dalam kandungan. Ibu hamil yang mengonsumsi 550 mg choline setiap hari akan melahirkan bayi dengan daya ingat lebih kuat.

3. Mencegah kebutaan pada lansia
Bagian yang disebut-sebut mengandung banyak kolesterol yakni kuning telur punya kandungan lain yang sangat penting yakni senyawa lutein. Jika dikonsumsi secara rutin, lutein bisa meningkatkan kesehatan mata dan mencegah berbagai jenis kebutaan yang dipicu oleh proses penuaan.

4. Menjaga kesehatan jantung
Asalkan tidak dikonsumsi berlebihan, kandungan kolesterol dalam kuning telur tidak akan membahayakan jantung dan pembuluh darah. Sebaliknya, kandungan lemak baik yakni omega 3 yang tinggi dalam telur justru bisa memperbaiki sirkulasi darah serta meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan.

5. Memberikan nutrisi untuk awet muda
Agar kulit tidak cepat keriput, wanita membutuhkan asupan protein 45 g/hari sementara pria butuh 55 g/hari. Karena telur ayam berukuran sedang mengandung sekitar 8 g protein, maka 2 butir telur sudah memenuhi lebih dari sepertiga dari kebutuhan protein pada wanita atau hampir sepertiga kebutuhan protein pada pria.

(up/ir)

sumber: detikhealth

Kopi Radix HPA? Klik di sini…

Susu Kambing Lebih Mudah Dicerna Bayi

Vera Farah Bararah – detikHealth

img

 

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Air Susu Ibu (ASI) masih menjadi makanan terbaik untuk balita. Tapi beberapa ibu juga percaya susu kambing punya khasiat bagus untuk bayi. Apa saja khasiat susu kambing ini?

“Saya sering menyarankan orangtua untuk memberikan susu kambing pada bayinya, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan atau tidak bisa menoleransi susu sapi. Hal ini karena susu kambing lebih mudah dicerna,” ujar Dr. William Sears, seperti dikutip dari Parenting.com, Jumat (4/2/2011).

Dr Sears menuturkan beberapa orangtua sering melaporkan reaksi alergi dari bayinya akan hilang atau membaik setelah diberikan susu kambing.

Berikut ini beberapa alasan yang membuat susu kambing lebih mudah dicerna oleh bayi yaitu:

1. Mengandung protein alergi yang lebih sedikit.
Gumpalan protein dari susu kambing yang dibentuk oleh asam lambung pada protein (dadih) akan lebih mudah dicerna oleh bayi. Kondisi ini bisa memberikan manfaat lebih terutama bagi bayi yang sering muntah atau memiliki kondisi gastroesophageal refluks (GER) atau masalah pencernaan.

2. Lemaknya lebih mudah dicerna.
Tetesan lemak dalam susu kambing lebih mudah dicerna karena mengandung jumlah asam lemak rantai pendek dan menengah yang lebih tinggi. Kondisi ini memungkinkan bagi enzim usus untuk lebih mudah mencernanya.

3. Mengandung laktosa yang lebih sedikit.
Susu kambing diketahui mengandung jumlah laktosa yang lebih sedikit yaitu sebesar 4,1 persen dibandingkan dengan susu sapi sebesar 4,7 persen. Ada kemungkinan hal inilah yang membuat bayi lebih sedikit mengalami intoleransi dengan laktosa akibat susu kambing.

Susu kambing diketahui mengandung kalsium, vitamin B6, vitamin A, potasium, niasin dan antioksidan selenium yang sedikit lebih tinggi dibanding dengan susu sapi. Tapi kandungan asam folat dalam susu kambing ini lebih sedikit.

Meski begitu, American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan penggunaan susu kambing bagi bayi berusia di bawah 1 tahun, karena ASI masih menjadi satu-satunya pilihan untuk bayi.

Namun jika bayi mengalami alergi terhadap susu sapi, terkadang bayi lebih cocok menggunakan susu kambing tapi itu pun harus melalui konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak atau ahli gizi anak.

(ver/ir)

sumber: detikhealth.

Suplemen kesehatan anak? Klik di sini